Kamis, 07 Januari 2010

Penyimpangan Fungsi Peralatan Input/Output

PC yang telah melewati POST (Power on Self-Test) dianggap secara hardware dan instaslasinya baik. Tetapi untuk mengetahui kemampuan dan kinerjanya perlu dilaksanakan tes. Khusus untuk perangkat keras, PC menyediakan saluran Input dan Output, diantaranya yaitu :
• Serial Port yaitu saluran yang menyalurkan data input/output secara serial atau COM.
• Paralel Port yaitu saluran yang menyalurkan data input/output secara paralel atau LPT.
• USB Port atau Universal Serial Bus yaitu port serial yang bersifat Universal (umum).
• Expantion Slot yaitu slot yang digunakan untuk menancapkan (memasang) card peripheral tambahan. Slot ekspansi ada 3 macam ISA, EISA, PCI dan AGP.
• Selain itu termasuk juga saluran atau port untuk mouse dan keyboard, VGA dan lain-lain yang terhubung dengan peralatan di luar.
Pada saat POST dilakukan sebenarnya sebagian peralatan I/O sudah dicek, tetapi untuk lebih mudah dalam memeriksa dan mengenali permasalahan pada I/O bisa kita lakukan pada saat di dalam sistem operasi dengan cara mencoba fungsi-fungsinya.
I/O bekerja sebagai sebuah perangkat keras yang dikontrol oleh perangkat lunak untuk menyalurkan data-data digital. Sehingga baik perangkat keras maupun perangkat lunak akan saling mendukung kerja I/O. Di sini POST akan mencatat dan menguji unit I/O yang terpasang dan sistem operasi akan mengaktifkan fungsi-fungsi I/O tersebut agar dapat digunakan untuk program aplikasi.
Adapun gejala yang ditimbulkan sebagai tanda adanya masalah pada unit I/O sangat beraneka macam, seperti : alat tidak bekerja dengan baik, informasi di layar, kode beep, dan lain-lain.
1) Prosedur Test
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan eksternal, yaitu printer yang terpasang pada paralel port atau USB port, mouse PS2 dan serial, Monitor yang selalu terpasang di card VGA, disket untuk pengujian disk drive dan CD untuk CD ROM drive. Dan dengan Program Aplikasi misalnya Microsoft word dapat dicoba beberapa kemungkinan kesalahan. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Semua peralatan dipasang pada port yang sesuai. Khusus mouse sebaiknya bergantian (PS/2 atau COM 1 atau COM 2, atau USB).
2) Booting komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O. Jika tidak ada masalah maka semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik.
3) Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
4) Pengecekkan tampilan pada layar monitor, jika tidak ada masalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
5) Pengecekkan paralel port dan USB melalui program aplikasi Microsoft word.
6) Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows Explorer.
Test dilakukan termasuk dengan mengecek driver dari peralatan yang dihubungkan dengan I/O. Karena bisa saja sesuatu peralatan atau komponen yang dipasang dapat bekerja, tetapi tidak optimal karena driver yang digunakan belum sesuai dengan peralatan.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan
Pesan/peringatan kesalahan dapat diketahui melalui tampilan secara visual dilayar monitor dan dapat berkerjanya peralatan yang terpasang di I/O.
Berdasarkan prosedur tes yang dilakukan maka akan didapatkan pesan/peringatan kesalahan sebagai tanda adanya masalah di PC. Adapun gejala dan pesan tersebut adalah sebagai berikut :

No Gejala Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1 Keyboard tidak bekerja • Hubungan Keyboard dan PC bermasalah
• Keyboard rusak atau saluran keyboard di Motherboard rusak
2 Mouse tidak bekerja (PS2/Com/USB) • Hubungan Mouse dan PC bermasalah
• Mouse rusak atau saluran mouse (PS2/Com/USB) di Motherboard rusak
3 Monitor Tidak Dapat menampilkan gambar • Hubungan antara VGA card dan monitor bermasalah
• VGA card brmasalah
• Monitor bermasalah
4 Monitor menampilkan resolusi dan warna tidak optimal • Setting driver monitor
• Hubungan antara VGA card dan monitor bermasalah
• VGA card brmasalah
• Monitor bermasalah
5 Print preview pada program aplikasi tidak daat dilakukan Driver printer belum terintsall
6 Print tidak dapat dilaksanakan
(Printer melaui LPT/USB) • Driver belum benar
• Hubungan printer dengan LPT/USB bermasalah
• Power belum aktif
• Tidak tersedia kertas atau tinta tidak tersedia.
• Catride tinta tidak ada
• Printer rusak
7 Mencetak tidak sesuai dengan yang diinginkan, misal berulang-ulang, hal tidak sesuai dll Setting printer belum sesuai
8 Disk dan CD ROM tidak terdeteksi • Hubungan instalasi fisik dan power disk/CD ROM dengan motherboard bermasalah.
• Setup di BIOS belum sesuai
• Aktifasi hardware diskdrive di windows bermasalah
9 Disk atau CD ROM Tidak dapat membaca data • Disket/CD ROM yang dibaca bermasalah
• Head atau sensor baca (optic) bermasalah, mungkin kotor, setting fisik berubah atau sudah lemah (rusak)

Selain beberapa gejala kerusakan yang telah disebutkan dapat pula dikenali dan didentifikasi sebagai masalah yaitu informasi yang ditampilkan oleh komputer jika ada masalah. Seperti komentar Disk Not Found, No Printer Install dan lain-lain. Komentar sesuai dengan maslah yang timbul.
3) Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi Pesan/Peringatan Kesalahan
Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan, peserta diklat harus mempraktekkan dan mengamati PC dari saat booting, aktifasi sistem operasi, menjalankan beberapa aplikasi, mencoba peralatan I/O dan membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility, setting peralatan baru. Dari situ akan diketahui bekerja tidaknya I/O atau peralatan I/O yang terpasang.
Read more »

Penyebab Komputer Hang

Fatal error: the system has become unstable or is busy atau Enter to return to Windows or press Control-Alt-Delete to restart your computer. If you do this you will lose any unsaved information in all open applications.
Atau pun Blue Screen adalah kejadian umum yang sering kita lihat sebagai penguna Produk Ms Windows. Apa yang harus kita lakukan apabila mendapat masalah tsb ? yang lebih penting, bagaimana cara mencegahnya ?



1. Hardware Conflict
Alasan pertama mengapa Windows bisa mengalami Crash adalah konflik pada hardware.Setiap hardware berkomunikasi dengan perangkat lain melalui IRQ (interrupt request channel) dan harus uniqe untuk setiap perangkat. Conto Printer biasanya menggunakan IRQ 7, Keyboard menggunakan IRQ 1, Flooy menggunakan IRQ6. Setiap perangkat menggunakan IRQ nya masing2 secara otomatis. Apabila komputer anda memiliki banyak perangkat atau perangkat tidak terinstall dengan baik, maka yang terjadi adalah adanya pembagian IRQ untuk lebih dari 1 perangkat. Dan saat anda mengakses ke-2 perangkat yang menggunakan IRQ yg sama tsb maka akan ada kemungkinan Windows akan Crash.

2. Bad Ram
RAM (Random Access Memory) memiliki kemungkinan menyebabkan Blue Screen pada windows anda. Fatal Error dari RAM biasanya di sebabkan oleh perbedaan Chip yang ada pada memory. Contoh apabila menggabungkan 70ns RAM dengan 60ns RAM akan memaksa RAM tsb bekerja lebih lambat dan efeknya akan membuat RAM menjadi crash.

3. BIOS settings
Setiap Motherboard memiliki settingan Chipset sesuai dengan pabrik buatan masing2. Setiap anda memasuki BIOS anda harusn ingat untuk berhati2 dalam menyetting konfigurasi karena apabila konfigurasi anda salah maka akan menyebabkan ketidakstabilan pada pc dan crash.

4. Hard disk Drive
Setiap beberapa minggu, data dalam harddisk pasti akan menjadi terpecah pada tiap inodenya. Sangat disarakan untuk melakukan Degratment setiap minggu untuk mencegah harddisk yang sering freeze / hang. Tindakan defragment akan mencegah pc anda dari masalah freeze yang berkeseringan.

5. Fatal OE exceptions and VXD errors

Ini biasanya disebabkan oleh masalah pada VGA anda. VGA meruapakan salah satu hardware yang sering sekali menyebabkan masalah pada pc anda. Lakukan instalasi Drive yang benar pada VGA . Apabila pc anda mengalami screen freeze / hang maka kemungkinan ada hardware conflict pada vga anda.

6. Virus
Infeksi virus akan menyebabkan ketidakstabilan pada pc. beberapa virus menghapus boot sector pada harddisk dan membuat nya tidak bisa untuk dijalakan. Selalu ingatkan diri anda untuk menyediakan Boot Startup Script karena akan sangat membantu untuk mengembalikan Boot Sector anda.

7. Printers

Printer hanya memiliki memory yang kecil yang biaa kita sebut Buffer. Ini gampang sekali bermasalah. Melakukan print dokumen biasanya menggunakan sebagaian dari Power CPU. Ini akan menyebabkan kelambatan pada pc. Jika printer mencoba untuk melakukan Print thd kata yang tidak dikenal maka akan ada kemungkinan untuk menyebabkan crash pada pc. Usahakan untuk menghilangkan Buffer terlebih dahulu lalu lakukan restore pada printer anda.

8. Software
Crash pada bagian ini biasanya di sebabkan oleh jeleknya cara penginstalan software.Gunakan Registry Cleaner untuk membersihkan komputer anda.Apabila anda merusak Registry anda maka Install ulang adalah satu2nya cara maka berhati hati lah.

9. Overheating
CPU biasanya dilengkapi oleh kipas pendingin. Apabila kipas pendingin mati, maka CPU akan mengalami Overheat dan memunculkan eror Kernel Error. Masalah CPU dapat di selesaikan dengan mendisable CPU Internal Cache, ini akan membuat komputer lebih lambat dalam beroperasi namun lebih stabil.

10. Power Supply Problem
Kejutan / gelombang listrik dapat menyebabkan crash pada komputer. Apabila ini menjadi masalah bagimu maka solusi yang paling baik adalah menggunakan UPS System pada cpu anda.Ini akan menjadi investasi yang baik apabila anda memiliki data data penting karena listrik dapat menyebabkan kerusakan serius pada pc anda.
Read more »